Dia bertanya padaku
apa yang kau rasakan wahai anakKu?
apa yang ku rasakan saat ini?
aku tidak bisa merasakan apapun
bahagia, sedih, marah, sakit hati atau..
Tuhan, aku bingung..
di mana hatiku, hati yang tunduk padaMu?
adakah hati ini sakit?
hati ini beku?
hati ini mati?
telah menghitam pekat berselimut dosa?
menjadikan yang baik tampak buruk
dan yang busuk tampak indah
oh Tuhan…
sudah jauhkah aku dariMu?
sudah ingkarkah aku akan janji-janjiMu?
bantulah aku menemukan jalan lurusMu…
17 Responses to “Mati Rasa MeninggalkanMu”
Saya belajar puisi dan belajar memaknai sisinya di sini, di blog ini.
[Reply]
Pulisinya bagus, juga themenya mas Hari. Aku sir banget theme-nya. Tenin. Saya cari sejak kemarin kok gak ada namanya sih mas? Bocorin dunk.
[Reply]
suka puisi juga sampeyan hehehe salut euy..
salam,
[Reply]
Authornya dua mas.. kebetuLan saya yang seneng nuLis puisi..
[Reply]
makin berat tugas kehidupan bukan berarti harus melupakan dia… wohoho…, sebuah kenyataan dan kewajaran yang pahit bila dirasa…
[Reply]
benar…
tapi terkadang manusia lebih memuja kenikmatan dunia…
[Reply]
kreatif… pengen deh bisa bikin puisi
[Reply]
saya juga masih belajar mas..
menurut saya kuncinya ada d kemauan n kmampuan…
asal qt mau pzti qt akan brusaha u/ mampu…
so, SEMANGAT…
[Reply]
Ikhdina sirotol mustaqim
[Reply]
Kedal ing rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan
[Reply]
Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
sucikan hati di hari Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
[Reply]
Amien.
[Reply]
Keimanan dan ketaqwaan kita kadang2 gonjang-ganjing, naik-turun kok mas, makanya ada doa yang diajarkan Rasululah saw ” ya muqalibal qulub tsabit qulbi ala dinika ”
Semoga kita tetap berada dalam bimbingan dan petunjuk-Nya.
salam hangat dari Surabaya
[Reply]
amiin….
terimakasih juga atas doanya….
smoga lebih membantu….
[Reply]
Hey, I found your blog while searching on Google. I have a blog on online stock trading, I’ll bookmark your site.
[Reply]









Terimakasih Pak Guru.. mudah-mudahan bisa menggali makna lebih dalam lagi…
[Reply]